- PENGERTIAN PENGENDALIAN
- GEORGE. R TERRY
- KOONZ
- STRONG
- SYAMSI
Berdasarkan uraian diatas dapat di tarik kesimpulan bahwa pengendalian merupakan pemantauan, pemeriksaan dan evaluasi yang dilakukan oleh atasan atau pimpinan dalam organisasi terhadap komponen organisasi dan sumber-sumber yang ada untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumya, secara terus menerus dan berkesinambungan agar semua dapat berfungsi secara maksimal sehingga tujuan organisasi dapat tercapai secara efektif dan efisien.
2. JENIS PENGENDALIAN
A. Pengendalian umpan balik (feedback control) memperoleh informasi mengenai
aktivitas-aktivitas yang telah selesai dijalankan. Pengendalian ini memungkinkan perbaikan di masa mendatang dengan mempelajari apa yang terjadi di masa lampau. Oleh karena itu, tindakan perbaikan terjadi setelah kejadian.
B. Pengendalian simultan (concurrent
control) menyesuaikan proses yang sedang
berjalan. Pengendalian real-time ini mengendalian aktivitas pemantauan yang terjadi saat ini untuk mencegah terjadinya penyimpangan yang terlalu jauh dari standarnya.
berjalan. Pengendalian real-time ini mengendalian aktivitas pemantauan yang terjadi saat ini untuk mencegah terjadinya penyimpangan yang terlalu jauh dari standarnya.
C. Pengendalian ke depan (feedforward
control) mengantisipasi dan mencegah masalah masalah.
Pengendalian ini memerlukan perspektif jangka panjang.
3. PROSES PENGENDALIAN
A. Menetapkan standar dan patokannya.
Langkah ini meliputi standar dan ukuran untuk segala hal mulai target kerja yang harus dicapai, penyelenggaraan kerja. Patokan ini dapat berupa peraturan, pembakuan, instruksi, dan lain-lain. Agar langkah ini efektif standar ini perlu dirinci dalam bentuk-bentuk operasional, dipahami dan diterima oleh setiap individu pegawai.
B. Pengukuran hasil pelaksanaan (performance).
Langkah ini merupakan proses berkesinambungan, berulang-ulang (refetitif) dengan frekwensi aktual sesuai dengan jenis aktivitas yang sedang diukur. Pada langkah ini kita mengecek, mengukur, melihat hasil senyatanya atau juga dapat mengecek pelaksanaanya.
C. Memperbandingkan antara pelaksanaan dan standarnya.
Langkah ini banyak hal merupakan paling mudah ditempuh dalam proses pengendalian, sifat kompleksnya mungkin telah diatasi dalam langkah sebelumnya. Sehingga dalam langkah ini tinggal membandingkan hasil yang telah dicapai dan telah ditetapkan sebelumnya. Jika hasil sesuai dengan standar, maka dapat dikatakan bahwa segala sesuatunya berjalan secara terkendali. Tetapi mungkin juga terjadi suatu ketidaksamaan atau penyimpangan, ini merupakan feed back yang perlu diperbaiki.
D. Mengambil tindakan perbaikan.
Apabila hasil belum tercapai atau menurun, dan analisis menunjukkan perlunya diambil tindakan. Tindakan ini dapat berupa penggandaan perubahan terhadap satu atau lebih banyak hasil.
4. KARAKTERISTIK PENGENDALIAN EFEKTIF
3. PROSES PENGENDALIAN
A. Menetapkan standar dan patokannya.
Langkah ini meliputi standar dan ukuran untuk segala hal mulai target kerja yang harus dicapai, penyelenggaraan kerja. Patokan ini dapat berupa peraturan, pembakuan, instruksi, dan lain-lain. Agar langkah ini efektif standar ini perlu dirinci dalam bentuk-bentuk operasional, dipahami dan diterima oleh setiap individu pegawai.
B. Pengukuran hasil pelaksanaan (performance).
Langkah ini merupakan proses berkesinambungan, berulang-ulang (refetitif) dengan frekwensi aktual sesuai dengan jenis aktivitas yang sedang diukur. Pada langkah ini kita mengecek, mengukur, melihat hasil senyatanya atau juga dapat mengecek pelaksanaanya.
C. Memperbandingkan antara pelaksanaan dan standarnya.
Langkah ini banyak hal merupakan paling mudah ditempuh dalam proses pengendalian, sifat kompleksnya mungkin telah diatasi dalam langkah sebelumnya. Sehingga dalam langkah ini tinggal membandingkan hasil yang telah dicapai dan telah ditetapkan sebelumnya. Jika hasil sesuai dengan standar, maka dapat dikatakan bahwa segala sesuatunya berjalan secara terkendali. Tetapi mungkin juga terjadi suatu ketidaksamaan atau penyimpangan, ini merupakan feed back yang perlu diperbaiki.
D. Mengambil tindakan perbaikan.
Apabila hasil belum tercapai atau menurun, dan analisis menunjukkan perlunya diambil tindakan. Tindakan ini dapat berupa penggandaan perubahan terhadap satu atau lebih banyak hasil.
4. KARAKTERISTIK PENGENDALIAN EFEKTIF
Secara umum pengendalian yang efektif
menurut Siswanto Bedjo mempunyai karak teristik sebagai berikut :
- Akurat ( Accurate )
- Tepat waktu ( Timely )
- Objektif dan komprehensif ( Objektive and Comprehensible )
- Dipusatkan pada tempat pengendalian strategik ( Focused on strategic control points )
- Secara ekonomi realistik ( Economically realistic)
- Secara organisasi realistik ( Organizationally realistic )
- Dikoordinasikan dengan arus pekerjaan organisasi
- Fleksibel ( Flexible )
- Preskriptif dan operasionalisasi ( Prescriptive and operational )
- Diterima para anggota organisasi ( Accepted by organization members )
5. TEKNIK DAN PERANCANGAN PENGENDALIAN EFEKTIF
Merumuskan
hasil yang diinginkan
Menetapkan petunjuk hasil
Menetapkan standar petunjuk hasil
Menetapkan jaringan informasi & umpan balik
Menilai informasi & mengambil tindakan koreksi
Menetapkan petunjuk hasil
Menetapkan standar petunjuk hasil
Menetapkan jaringan informasi & umpan balik
Menilai informasi & mengambil tindakan koreksi
materinya bagus
BalasHapusAda satu yang kurang, fungsinya gak ada.
BalasHapusTerima kasih atas informasinya, saya semakin paham mengenai definisi pengendalian internal
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapussumbernya ga di cantumin ya pak?
BalasHapus