Jawab :
1. Pemanfaatan sistem informasi adalah
bagaimana cara kita untuk menggunakan atau memanfaatkan penggunaan teknologi
informasi yang sudah tersedia melalui sistem-sistem yang canggih, dimana sesuai
dengan namanya sistem informasi ini mengandung informasi-informasi yang penting
bagi manusia dalam berbagai aspek (tergantung informasi yang terkandung dalam
sebuah sistem, misalnya informasi kesehatan, keuangan, dsb) . Dengan adanya
sistem informasi, maka akan mempermudah penyaluran, penyebaran informasi sesuai
kebutuhan manusia.
Sistem informasi harus ditangani oleh ahli
computer, merupakan hal yang benar. Saya setuju, mengapa ? karena seperti yang
kita ketahui, informasi sangatlah penting bagi manusia, jadi yang menangani nya
juga harus orang-orang yang ahli, tidak semata-mata tahu informasi, namun juga
memiliki pengetahuan yang baik, sehingga mampu menjaga kestabilitasan,
ketepatan informasi tersebut, dan memastikan kegunaan nya positif bagi manusia.
>>Penjelasan
:
Proses
dimulai dari pemasukan data, dimana data yang akan diinput dikumpulkan terlebih
dahulu (origination), setelah itu baru diinputkan ke sistem. Data yang sudah
diinputkan akan diproses oleh processing device (cpu) dan bila perlu dilakukan
penyimpanan data (storage). Data yang sudah diolah (diproses) akan menghasilkan
output yang berupa informasi yang kemudian akan disalurkan ke pihak /
komponen-komponen sistem yang membutuhkan informasi (distribution).
3. Kontrol
Data adalah data control yaitu salah satu unit kerja pengolahan data
elektronik yang bertanggung jawab memasukkan data, rekonsiliasi,
dan menyeimbangkan seluruh transaksi
dan distribusi seluruh laporan
dari sistem komputer; kontrol data, umumnya, terdiri atas dua hal, yaitu sisi
masuk dan sisi keluar.
Macam kontrol
data :
4. Sistem
merupakan serangkaian elemen yang terkait dan terhubung secara terpadu untuk
tujuan tertentu. Informasi dalam konteks
sistem diartikan sebagai hasil olahan data yang digunakan dalam pengambilan
keputusan. Jadi sistem informasi adalah serangkaian elemen yang terkait yang
dimelakukan pengolahan terhadap data sehingga menghasilkan informasi yang
berguna dalam pengambilan keputusan bagi manusia.
Contoh penerapan sistem informasi :
1. Sistem
informasi akuntansi
2. Sistem
informasi geografis
3. Sistem
informasi kepariwisataan
5.
jenis-jenis informasi berdasarkan area fungsional :
1. Sistem informasi akuntansi
Adalah Sistem
informasi yang menyediakan informasi yang dipakai oleh fungsi akuntansi (
departemen atau bagian akuntasi ). Sistem ini mencakup semua transaksi yang
berhubungan dengan keuangan dalam perusahaan.
2. Sistem
informasi manufaktur
Adalah Sistem
informasi yang bekerja sama dengan sistem informasi lain untuk mendukung
manajemen perusahaan ( baik dalam hal perencanaan maupun pengendalian ). Dalam
menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan produk atau jasa yang dihasilkan
perusahaan. Misalnya berupa data bahan mentah, profil vendor baru dan jadwal
produksi.
3. Sistem
informasi pemasaran
Adalah Sistem
informasi yang menyediakan informasi yang dipakai oleh fungsi pemasaran.
Misalnya berupa rangkaian penjelasan.
4. Sistem
informasi Sumber Daya Manusia
Adalah Sistem
informasi yang menyediakan informasi yang dipakaio oleh fungsi personalia.
Misalnya berisi informasi gaji, ringkasan pajak dan tunjangan – tunjangan
hingga kinerja pegawai.
System Development Life Cycle dimulai
dari penganalisisan sistem yang ingin dibangun. Dimana dalam tahap ini
dilakukan study kelayakan yang menganalisa biaya yang diperlukan, aplikasi
serta perangkat keras yang difungsikan dalam sistem. Dan analisis kebutuhan
yang menganalisa spesifikasi pasti yang akan digunakan sebagai keluaran,
masukan, ruang lingkup pemrosesan, control data, jumlah pemakai dan control
terhadap sistem.
Tahap kedua yaitu Desain sistem, setelah
melakukan analisa kebutuhan maka pendesainan/perancangan sistem akan dilakukan
sesuai dengan analisa kebutuhan yang telah dilakukan. Pertama akan dilakukan
perancangan secara logis (gambaran
secara umum) tentang bentuk sistem, kemudian dilanjutkan dengan perancangan
fisik sistem yang lebih rinci mencakup basis data, kepemakaian (user), bentuk
keluaran serta masukan, rancangan modul, dokumentasi, rancangan kontrol dan
konversi.
Tahap ketiga yaitu implementasi
sistem, dimana sistem yang sudah dirancang dibuat programnya sedemikia rupa
lalu dijalankan. Pada tahap ini dilakukan pengujian terhadap sistem dan
konversi sistem.
Tahap terakhir yaitu pemeliharaan
sistem, yang berfungsi untuk menjaga, memelihara, mengoreksi serta
menyempurnakan sistem yang sudah dibuat, dengan metode preventif, adaptif,
korektif dan perfektif.
Setelah keempat tahap ini dijalankan,
apabila dalam pengaplikasiannya masih terjadi kekurangan dalam sistem, maka
akan dilakukan studi ulang dari saat implementasi, kemudian ke desain, jika
belum memuaskan pemakai maka akan kembali ke analisa sistem yang menjurus ke
pembuatan sistem baru.
7. Contoh :
Misalnya dalam sebuah aplikasi
translate bahasa, dari Indonesia ke bahasa inggris.
Data yang diinputkan berupa kalimat
yang langsung diketik melalui keyboard(komputer) kemudian setelah mengalami
proses pentransletan maka kalimat yang diinputkan akan menghasilkan keluaran
yang berupa kalimat juga namun telah
berbeda bahasa. Informasi yang diperoleh ini, nantinya akan sangat bermanfaat
dalam proses pembelajaran berbahasa bagi masyarakat yang membutuhkan.
8. Etika sistem informasi oleh Richard
Mason :
1.
Privasi
Privasi
menyangkut hak individu untuk mempertahankan informasipribadi dari pengaksesan
oleh orang lainyang tidak diberi izin unruk melakukannya.
Contoh
isu mengenai privasi sehubungan diterapkannya system informasi adalah pada
kasus seorang manajer pemasaran yang ingin mengamati e-mail yang
dimiliki para bawahannya karena diperkirakan mereka lebih banyak berhubungan
dengan e-mail pribadi daripada e-mail para pelanggan. Sekalipun
sang manajer dengan kekuasaannya dapat melakukan hal seperti itu, tetapi ia
telah melanggarprivasi bawahannya.
Privasi dibedakan menjadi privasi fisik dan privasi informasi (Alter,
2002). Privasi fidik adalah hak seseorang untk mencegah sseseorang yangtidak
dikehendaki terhadap waktu, ruang, dan properti (hak milik), sedangkan privasi
informasi adalah hak individu untuk menentukan kapan, bagaimana, dan apa saja
informasi yang ingin dikomunikasikan dengan pihak lain.
Penggunaan teknologi informasi berkecenderungan membuat pelanggaran
terhadap privasi jauh lebih mudah terjadi. Sebagai contoh, para pemakai e-mail
sering kali jengkel dengan kiriman-kiriman e-mail yang tak
dikehendaki dan berisi informasi yang tidak berguna (junk e-mail).
Di America Derikat, masalah privasi diatur oleh undang-undang privasi. Berkaitan
dengan hal ini, maka:
Rekaman-rekaman data tdak boleh digunakan
untuk keperluan lain yang bukan merupakan tujuan aslinya tanpa sepengetauhna
individu bersangkutan.
Setiap individu memiliki hak untuk melihat
datanya sendiri dan membetulkan rekaman-rekaman yang menyangkut dirinya.
2.
Akurasi
Akurasi
terhadap informasi merupakan factor yang harus dpenuhi oleh sebuah sistem
informasi. Ketidak akurasian informasi dapat menimbulkan hal yang mengganggu,
merugikan, dan bahkan membahayakan.
Sebuah kasusakibat kesalahan penghapusan nomor keamanan social dialami oleh
Edna Rismeller (Alter, 2002, hal.292). Akibatnya, kartu asuransinya tidak bias
digunakan bahkan pemerintah menarik kembali cek pension sebesar $672 dari
rekening banknya. Kisah lain dialami oleh para penyewa apartemen di Amerika
yang karena sesuatu hal pernah bertengkar dengan pemiliki apartemen. Dampaknya,
terdapat tanda tidak baik dalam basis data dan halini membuat mereka sulit
untuk mendapatkan apartemen lain.
Mengingat data dalam sistem informasi menjadi bahan dalam pengambilan
keputusan, keakurasiannya benar-benar harus diperhatikan.
3.
Properti
Perlindungan
terhadap hak properti yangsedang figalakkan saat ini yaitu dikenaldengan
sebutan HAKI(hak atas kekayaan intelektual). Di Amerika Serikat, kekayaan
intelektual diatur melalui tiga mekanisme, yaitu hak cipta (copyright),
paten, dan rahasia perdagangan (trade secret).
Hak cipta, adalah hak yang dijamin oleh
kekuatan hokum yang melarang penduplikasian kekayaanintelektual tanpa seizing
pemegangnya. Hak ini mudah untuk didapatkan dan diberikab kepada pemegangnya
selamamasa hidup penciptanya plus 70 tahun.
Paten, merupakan bentuk perlindungan terhadap
kekayaan intelektual yang paling sulitdidapatkan karena hanyadiberikan pada
penemuan-penemuaninovatif dan sangat berguna. Hukum paten
memberikanperlindungan selama 20 tahun.
Rahasia perdagangan, hokum rahasia perdagangan
melindingi kekayaan intelektual melalui lisensi atau kontrak. Pada lisensi
perangkat lunak, seseorang yang menandatanganikontrak menyetujui untuktidak
menyalin perangkat lunak tersebut untuk diserahkan kepada oranglain atau dijual.
Masalah
kekayaan intelektual merupakan faktor pentingyang perlu diperhatikan dalam
sistem informasi untuk menghindari tuntutan dari pihak lain di kemudian hari.
Isu pelanggaran kekayaan intelektual yangcukup seru pernah terjadi ketika
terdapat gugatan bahwa sistem windows itu meniru sistem Mac. Begitu juga timbul
perseteruan ketika muncul perangkat-perangkat lunak lain yang menyerupai spreadsheet
Lotus 123. Kasus ini menimbulkan pertanyaan, “Apakah tampilan nuasa dari
suatu perangkat lunak memang butuh perlindungan hak cipta?”.
Berkaitan
dengan masalah intelektual, banyak masalah yang belum terpecahkan (Zwass,
1998), antara lain:
Pada level apa informasi dapat dianggap sebagai properti?
Apa yang harus membedakan antara satu produk dengan produk lain?
Akankah pekerjaan yang dihasilkan oleh komputer memiliki
manusia penciptanya? Jika tidak, lalu hak properti apa yang
dilindunginya?
Isu
yang juga marak sampai saat ini adalah banyaknya penyali perangkat lunak secara
ilegal dengan sebutan pembajakan perangkat lunak (software privacy).
Beberapa solusi untuk mengatasi hal ini telah banyak ditawarkan, namun belum
memiliki penyelesaian, seperti sebaiknya software – terutana yang bias
dijual massak – dijual dengan harga yang relative murah. Solusi yang mengkin
bias figunakan untukperusahaan-perusahaan yang memiliki dana yangterbatas
untukmemberli perangkat lunak yang tergolong sebagai open source.
4.
Akses
Fokus dari masalah akses adalah pada penyediaanakses untuk semua kalangan.
Teknologi informasi diharapkan tidak menjadi halangan dalam melakukan
pengaksesan terhadap informasi bagi kelompok orang tertentu, tetapi justru
untuk mendukung pengaksesan untuk semuapihak. Sebagai contoh, untuk mendukunf
pengaksesan informasi Web bagi orang buta, TheProducivity Works (www.prodworks.com) menyediakan Web Broser khusus diberi nama pw WebSpeak. Browser ini
memiliki prosesor percakapan dan dapat (Zwass, 1998).
9. contoh super sistem, sistem dan sub
sistem :
1. Super sistem : industry àsistem
: perusahaan à
subsistem : manajemen pemasaran,
penjualan.
2. Super sistem : pendidikan à sistem :
sekolah à
subsistem : pengajar
3. Super sistem : kesehatan à sistem :
rumah sakit, puskesmas à
subsistem : dokter, perawat.
4. Super sistem : internet à sistem :
jaringan à
subsistem : komputer
10. kualitas informasi :
1. Akurat : suatu informasi harus
mengandung maksud yang jelas dan terbebas dari kesalahan-kesalahan yang
menyebabkan kesalah pahaman antara pengirirm dan penerima.
2. Tepat Waktu : informasi yang
disampaikan harus diperoleh tepat waktu sehingga menghindari keterlambatan
dalam pengambilan keputusan. Karena informasi yang using sudah tidak memiliki
nilai lagi.
3. Relevan : informasi harus sesuai
dengan tujuan dan bermanfaat bagi penggunanya yang memang membutuhkan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar